0812 1212 8714 info@tiwebpro.com

jasa website murah

 

Mengapa Website Lemot ? Cara pengukurannya Menggunakan Google Page Speed

Penyebab website lemot seringkali bukan karena satu masalah tunggal, melainkan akumulasi dari berbagai faktor teknis yang saling berkaitan. Untuk mengetahui performa website Anda, cek situs Google Page Speed Insight

Pernah membuka sebuah website, lalu menunggu lama sampai halaman tampil sempurna ? Baru beberapa detik, tapi rasanya seperti selamanya. Tanpa sadar, Anda langsung menutup tab dan pindah ke website lain. Ini merugikan bisnis kita bukan ?

 

Mengapa Website Menjadi Lemot ?

Penyebab website lambat seringkali bukan karena satu masalah tunggal, melainkan akumulasi dari berbagai faktor teknis yang saling berkaitan. Berikut adalah penyebab paling umum yang sering ditemukan:

Masalah pada Sisi Server (Hosting)

Server adalah rumah bagi data website Anda. Jika infrastruktur server buruk, maka performa website akan terhambat sejak awal.

TTFB (Time to First Byte) yang Tinggi: Ini adalah waktu yang dibutuhkan server untuk merespons permintaan pertama dari browser. Hosting murah atau shared hosting yang kelebihan beban seringkali memiliki TTFB yang lambat.

Lokasi Server: Jika target audiens Anda berada di Indonesia, namun server Anda berada di Amerika Serikat, data harus menempuh jarak fisik yang jauh, yang mengakibatkan latensi.

Aset Gambar yang Tidak Teroptimasi

Gambar adalah elemen terberat dalam sebuah halaman web. Mengunggah gambar beresolusi tinggi (misalnya 5MB per foto) langsung dari kamera tanpa dikompresi adalah kesalahan fatal. Ukuran file yang besar memaksa browser mengunduh data lebih banyak, yang memakan waktu lama pada koneksi internet yang tidak stabil.

Kode yang “Bengkak” (Bloated Code)

File CSS, JavaScript, dan HTML yang tidak efisien akan memperlambat proses rendering.

Render-Blocking Resources: Skrip yang harus dimuat sepenuhnya sebelum bagian lain dari halaman dapat ditampilkan.

Kode Unused: Seringkali website memuat baris kode untuk fitur yang sebenarnya tidak digunakan pada halaman tersebut.

Terlalu Banyak Plugin dan Skrip Pihak Ketiga

Setiap plugin tambahan (terutama pada CMS seperti WordPress) menambah beban permintaan (HTTP requests). Selain itu, skrip pihak ketiga seperti pelacak analitik, widget media sosial, atau iklan, seringkali menunggu respon dari server luar yang mungkin lambat.

.

Mengenal Google PageSpeed Insights (PSI)

Google PageSpeed Insights adalah alat gratis paling otoritatif untuk mengukur performa website. Menariknya, PSI tidak hanya mengukur kecepatan mentah, tetapi mengukur “pengalaman pengguna” melalui metrik yang disebut Core Web Vitals.

Memahami Skor PageSpeed
Skor PSI berkisar antara 0 hingga 100:

90 – 100 (Hijau): Performa Baik.

50 – 89 (Oranye): Butuh Perbaikan.

0 – 49 (Merah): Performa Buruk.

Penting untuk diingat bahwa skor di perangkat Mobile biasanya lebih rendah daripada Desktop. Hal ini karena Google mensimulasikan koneksi 4G dengan perangkat spesifikasi menengah untuk mencerminkan kondisi nyata sebagian besar pengguna dunia.

 

Cara Mengukur Website dengan Google PageSpeed

Berikut adalah langkah-langkah praktis untuk melakukan audit performa:

Buka Alatnya: Kunjungi pagespeed.web.dev.

Masukkan URL: Ketik alamat website lengkap (dengan https://).

Analisis: Klik tombol “Analyze” dan tunggu sekitar 30 detik.

Baca Data Lapangan (Field Data): Ini adalah data asli dari pengguna nyata selama 28 hari terakhir.

Baca Data Diagnostik (Lighthouse): Ini adalah hasil simulasi teknis saat itu juga.

 

Metrik Utama yang Harus Diperhatikan

Saat melihat hasil PageSpeed, jangan hanya fokus pada angka bulat di atas. Perhatikan metrik spesifik berikut:

Largest Contentful Paint (LCP)

LCP mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk merespons elemen konten terbesar (biasanya gambar hero atau judul besar) agar muncul di layar.

Target: Di bawah 2,5 detik.

Interaction to Next Paint (INP)

Ini adalah metrik terbaru yang menggantikan FID. INP mengukur seberapa responsif halaman terhadap interaksi pengguna (seperti klik tombol) sepanjang waktu kunjungan.

Target: Di bawah 200 milidetik.

Cumulative Layout Shift (CLS)

CLS mengukur stabilitas visual. Pernahkah Anda ingin mengeklik tombol, lalu tiba-tiba ada iklan muncul dan tombol tersebut bergeser sehingga Anda salah klik? Itu adalah skor CLS yang buruk.

Target: Di bawah 0,1.

 

Solusi Strategis untuk Mempercepat Website

Setelah mengetahui penyebab dan hasil ukurnya, berikut adalah langkah perbaikan yang bisa diambil:

Gunakan Format Gambar Modern: Ubah semua format gambar Anda menjadi WebP atau AVIF. Format ini memberikan kualitas yang sama dengan ukuran 30-50% lebih kecil dibanding JPEG.

Implementasikan Caching: Gunakan caching di level server atau plugin (seperti WP Rocket atau LiteSpeed Cache) agar server tidak perlu memproses data yang sama berulang kali untuk setiap pengunjung.

Gunakan Content Delivery Network (CDN): Gunakan layanan seperti Cloudflare agar data website Anda didistribusikan ke berbagai server di seluruh dunia. Pengunjung di Jakarta akan mengambil data dari server Jakarta, bukan dari London.

Minifikasi CSS & JS: Hapus spasi kosong dan komentar pada kode agar ukuran file menjadi seringan mungkin.

 

APA KATA MEREKA

TIWEBPRO JASA SPEED WEBSITE TESTIMONIALS

Berikut ini adalah beberapa klien yang bersedia memberikan testimoni atas jasa kami. Pernyataan mereka asli/yang sebenar-benarnya via Google Reviews

tiwebpro google review

 

Some of the Work

Klik saja gambar di bawah untuk mengetahui kecepatan loading situs webnya. dasarkan penilaian dari Google Page Speed, Pingdom, GT Metrix dan Cloudinary Website Image Analysis Tool.

Portfolio Speed Web TIWEBPRO

Klik gambar untuk mengetahui kecepatan situs yang telah kami kerjakan. Kami menyarankan menggunakan 2 metode pengukuran, yakni secara rasa, lalu lihat scorenya. 

 

Kesimpulan

Kecepatan website adalah perjalanan, bukan tujuan akhir. Dengan terus berkembangnya teknologi web dan standar Google, pemilik website harus rutin melakukan audit melalui Google PageSpeed Insights. Dengan memahami penyebab kelambatan—mulai dari hosting hingga aset visual—dan mengoptimasi metrik Core Web Vitals, Anda tidak hanya mengejar skor hijau, tetapi juga memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung Anda.

Website yang cepat adalah kunci dari SEO yang kuat dan tingkat konversi yang tinggi. Jangan biarkan pengunjung Anda pergi hanya karena website Anda tidak mampu memuat konten tepat waktu.